Sabtu, 04 Februari 2012

SIWAK : PENGGUNAAN DAN MANFAATNYA

SIWAK atau miswak,  pembersih gigi organik yang berbentuk batangan yang berasal dari akar pohon ‘Peelu’ (Salvadora persica). Di Arab dikenal dengan nama Arak yang banyak tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika. SIWAK  dari bahasa arab ‘yudlik’  artinya ‘memijat’ (memijat bagian dalam mulut’. Jadi siwak sifatnya multipurpose. Batangnya yang elastic karena memiliki banyak serat tidak akan merusak gigi. Karena keelastisannya siwak memiliki kemampuan lebih fleksibel untuk menekuk ke daerah mulut yang tidak terjangkau oleh sikat gigi sehingga mampu mengeluarkan sisa-sisa makananan dari sela gigi dengan sempurna dan kemampuannnya menghilangkan plaque. 

Apa yang sebenarnya terkandung dalam SIWAK?
Yuk kita simak…

Dari beberapa literatur hasil penelitian :
1.    Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.

Senyawa  kimiawi  yang terkandung dalam SIWAK yang memberikan manfaat tersebut adalah :
  • Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
  • Kandungan kimia, seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  • Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
  • Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
  • Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.
2.         Menurut laporan Lewis (1982), penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian dari hasil penelitian Farooqi dan Srivastava (1990) ditemukan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.
3.        Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaan-perusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.

Subhanallaah….Maha Suci lagi Maha Benar Allah… tak ada yang sia-sia dari semua ciptaanNYA. Sungguh mulia hukum-hukum yang disyariatkan-Nya, karena tak ada satupun dari apa-apa yang diturunkan-Nya dan apa-apa yang diciptakan-Nya kecuali pasti ada manfaat dan hikmahnya. Kesempurnaan islam ini benar-benar tiada bandingannya oleh agama-agama selainnya. Diantara kesempurnaan Islam adalah syariat bagi ummatnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti seperti halnya bersiwak ini…yang telah dibuktikan dalam sains modern......:)

Cara Penggunaan SIWAK
Adapaun cara menggunakan SIWAK adalah sebagai berikut:
  1.  Batang atau stick SIWAK yang berukuran panjang kurang lebih 15-20 cm di cuci bersih. Biasa yang dijual umum terkadang ada selaput putih seperti tepung, itu dihilangkan dengan cara dibersihkan.
  2. Kulit pada salah satu  ujung  stick SIWAK ini, sekitar 1-2 cm, di kupas atau dihilangkan.
  3.  Lalu ujung stick yang terkupas tersebut direndam dalam air beberapa saat (sehari juga boleh…) agar ujungnya melunak.
  4. Saat digunakan, bagian ujung yang terkupas kulitnya dan sudah terendan air, digigit-gigit sampai seratnya tidak berlekatan lagi alias berjumbai seperti sikat kuas.
  5. SIWAK sudah bisa digunakan untuk membersihkan gigi, message gusi dan membersihkan  lidah.
  6.  Jika sudah selesai, cuci bersih ujungnya dan simpan ditempat yang kering.
Cara Menggosok Gigi Dengan SIWAK

Adab bersiwak sebagaimana dalam kitab Syama’il Imam Tirmidzi, dalam hadist Rasul saw, bahwa Rasul saw. berSIWAK dengan kayu arak, dan memulainya dari pertengahan, lalu ke arah kanan lalu ke kiri, demikian diulangi sebanyak 3 X.
Imam Ghazali rahimahullah melengkapi caranya, yaitu:
· Meletakkan siwak di jajaran gigi tengah bagian atas,
· lalu mendorongnya ke arah kanan sampai ke ujungnya,
· lalu turunkan ke jajaran bawah kanan ujung,
· lalu mendorongnya kembali ke tengah jajaran bawah,
· lalu kembali naik ke tengah jajaran atas,
· lalu mendorongnya ke arah kiri sampai ujungnya,
· lalu turunkan ke jajaran bawah kiri ujung,
· dan mendorongnya lagi ke tengah di jajaran bawah.

Minggu, 08 Januari 2012

KODE PLASTIK YANG AMAN

Karena sering lupa kode nomornya...artikel ini saya simpan di blog saja.. 

Tanda di bawah botol itu merupakan kode yg dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diikuti oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut berciri-ciri :
1. Berada atau terletak di bagian bawah,
2. Berbentuk segitiga,
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka,
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga.

Berikut arti dari istilah-istilah tersebut :

1. PETE/PET

Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.

Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

Bahan PETE ini pun berbahaya bagi pekerja yang berhubungan dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE. Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara yang mengandung senyawa tersebut.

Seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan pun, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

Mayoritas bahan PETE di dunia digunakan untuk serat sintesis dan bahan dasar botol kemasan. Di dalam pertekstilan, PETE biasa disebut dengan polyester.

2. HDPE

Pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, galon air minum, kursi lipat dan lain-lain.

Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V/PVC

Tertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V.

V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan botol-botol.

Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15°C.

4. LDPE


Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic, dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat.

Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP

Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6. PS

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.

Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6. Namun, bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER

Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon

Dapat dtemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik dan plastik kemasan.

SAN n ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia n suhu, kekuatan, kekakuan dan tingkat kekerasan yg telah ditingkatkan.

Biasanya SAN terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi dan sikat gigi.

Sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Bahan-bahan ini merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

PC (polycarbonate) dpt ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan serta minuman, termasuk kaleng susu formula.

Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan n minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Pemakaian dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave atau dituangi air panas.

Kesimpulan yang didapat dari tanda klasifikasi plastik tersebut:
  • Hati-hati dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6 dan 7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai!
  • Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5 dan 7 (SAN atau ABS)

Bagi orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra atau putrinya:
  •  Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
  • Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
  • Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
  • Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
  • Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Biasanya digunakan untuk tempat air putih di dalam kulkas.

Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2) tidak dapat dicegah, gunakan hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel

Radang Gusi

Radang gusi atau istilah kedoknya gingivitis. Nih keluhan (nyebutnya keluhan aja, kalo penyakit rada ekstrim *_*)  paling sering dulu saya alami waktu masih esde. Entah kenapa beberapa hari ini, keluhan ini datang. Lumayan sangat mengganggu apalagi jika makan.  Gigi sama sekali tidak bisa dipakai buat ngunyah. Jadi pandai-pandainya kita memposisikan letak makanan di mulut biar ada isi perut hehe...

Apa sih  penyebabnya? Jangan bilang malas sikat gigi ..huhu. Yang rajin sikat gigi aja kena radang gigi karena salah satu penyebab gingivitis adalah penggosokan dan floshing yang tidak benar.......sehingga masih terjadi plak. nah plak inilah yang menyebabkan terjadinya radang. Ternyata menggosok gigi harus ada ilmunya juga ya....
Jika plak ini melekat pada gigi lebih dari 3 hari alias 72 jam maka akan mengeras menjadi karang gigi. dan jika dibiarkan, gigi akan mudah menjadi tanggal. Inilah perlunya pemeriksaan gigi sekali 6 bulan. 
(kalo sy sih nanggung...nanggung setahun hehe.).
Paling mudah mendeteksi radang gusi pada gigi adalah seringnya pendarahan pada gusi baik saat menyikat gigi ataupun tidak. karena kadang-kadang makan sesuatu saja, gusi bisa berdarah.
Radang ini menimbulkan bengkak. dan terlihat gusi agak bergeser dari posisinya. hmmm..kalau sudah begini kayaknya harus dirawat deh...

Padahal nenek-nenek kita dahulu sudah mengajarkan menjaga kesehatan mulut dan gigi. Yah apalagi kalau bukan ngunyah daun sirih/pinang. Jaman sekarang apa masih ada yang mau melakukannya? Sekali waktu sy pernah nyoba nyirih...pahit amat..tidak enak...tapi lumayan mulut terasa segar sesudahnya. Kalau sy sih, mending sirih itu dihancurkan/ditumbuk lalu diberi air panas. lalu dinginkan. Nah ini digunakan untuk kumur-kumur. Rasanya juga tidak terlalu tajam di mulut. 
Kalau punya tanaman sirih di rumah sih tak ada masalah, repotnya kalau harus ke pasar saban 2 atau 3 hari hanya untuk beli daun sirih. Karena  daun sirih rusak jika sudah lebih dari 2 hari. Sekarang sudah banyak obat kumur  instan mengandung daun sirih. Tapi saya merasa cara tradisional masih lebih euunak....^_^

Sabtu, 07 Januari 2012

Syech Djapri Karim

Bismillaahirrahmanirrahimm...


Namanya tak banyak dikenal orang kecuali beberapa literatur menyebutkan bahwa beliau ayahanda seorang penulis buku tasawuf dan sains Agus Mustofa. Dulu beliau aktif di Dewan Pembina Partai Tarekat Islam Indonesia (tahun berapa itu yah..:)..) Beliau seorang guru tarekat. Meski saya  tidak mengenal beliau, tapi dari buku beliaulah saya mengetahui apa  itu tarikat dan hakikat hidup. Beliau sebenarnya guru ayah saya. Buku beliau memang tidak dipublikasikan secara umum. Mungkin hanya murid-murid  beliau yang memilikinya. Lain waktu saya akan memposting buah pikiran beliau dari apa yang saya baca dari buku beliau yang diwariskan oleh almarhum  ayah saya.

Ternyata apa yang menjadi buah pemikiran seseorang tidak selamanya bisa diwariskan kepada anak. Setiap orang memiliki persepsi terhadap sesuatu berdasarkan apa yang dipahaminya selama hidupnya. Saya mengatakan ini setelah membaca sebuah buku milik Bapak Agus Mustafa dan membandingkan apa yang ditulis oleh ayahandanya Syech Djapri Karim Rahimakumullah....


Sudah sejak lama saya ingin memposting  tentang tulisan Syech Djapri Karim. Mengapa? Karena waktu pertama kali  ketertarikan saya membaca buku tarikat dan berusaha membrowsing dan mencar tahu tentang beliau di internet, saya sama sekali tidak menemukannya. Sedih rasanya...mengapa pemikiran beliau tentang tarikat sama sekali tidak pernah ada yang membahasnya..? saya berharap dengan ini, terbuka ruang bagi semua orang dan menemukan apa yang dicarinya selama ini, lewat pikiran Beliau...Amin.

Entah mengapa hati ini selalu terusik dan teringat dengan apa yang telah ditulis oleh Beliau ...

Semoga niatan ini diridhai oleh Allah SWT... Amin...